Langsung ke konten utama
Jangan Takut salah. Kebiasaan yang sudah melekat dan seperti mendarah danging dalam kehidupan manusia adalah takut salah. Hal yang saya maksudkan adalah takut salah berbicara. Saya juga pernah di posisi itu,namun seiring berjalannya waktu saya terus mencoba untuk berbicara sebisa saya. Berbicara memang sangat mudah tapi ada sulitnya juga. Mudahnya ketika kita berbicara dengan orang-orang di sekitar kita,seperti orang tua,teman-teman bahkan setiap kenalan kita. Namun saat kita di ruang belajar,atau mengikuti pertemuan-pertemuan dan di tanya secara tiba-tiba tentunya kita akan menjadi kesulitan dalam berbicara karena yang kita pikirkan terlebih dahulu adalah saya takut salah. Memang di saat kita salah berbicara atau mengungkapkan tentunya ada komentar-komentar dari orang-orang yang bersama kita bahkan sampai menertawakan kita. Namun saya rasa dengan adanya komentar serta suara tawa bukan penghalang kita berbicara tapi dari situ ada ujian mental yang sesungguhnya terjadi untuk kita bisa mengetahui sejauh mana saya bisa mampu bertahan untuk berdiri dan berbicara di depan mereka. Nah,sebagai pendengar juga sebenarnya kita perlu menghilangkan kebiasaan menertawakan kesalahan orang lain.kita harus saling mendukung agar kaki kita bisa kuat berdiri dan pikiran kita bisa terbuka untuk mulut bisa mengungkapkan apa yang kita tahu. Di tertawakan bukan berarti kita harus berhenti sampai di situ tapi kita harus terus mencoba agar kita mampu berbicara di mana saja dan kapan saja. Ada yang mengatakan "Besar suara di luar tapi di dalam diam ke benda mati" dari kata ini sebenarnya kita termotivasi untuk tetap siap sedia berbicara bukan hanya dengan orang tua,teman,dan kenalan sekitar kita tapi harus tegakan kaki dan lentingkan suara di mana saja. Sebenarnya kita bisa tapi kita yang tidak mau mencoba karena diri kita sendiri yang mudah menyerah karena terpaku dengan kata takut salah.Mari terus belajar untuk berani mengungkapkan hal-hal positif.salah atau benar itu urusan kedua intinya kita berani. Kupang,30 januari 2022. By,Merdana S Ora.
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar