Postingan

Semangat juang

" Semangat Juang " Mentari kembali memancarkan cahaya Langit biru kian menampakan senyum lebar Hujan tak lagi turun Angin menghembus menyapa raga. Semua mata kini tertuju pada sang sinar Dedaunan tua maupun muda seakan tertawa dan melambaikan salam Detak-detik waktu mulai menampakan sejarah pendidikan. Kini jantung terus berdetak Hati terus berbisik Kaki ingin untuk terus melangkah Mata pun turut memandang kehari depan dalam pesona kata dan tindak. Hari-hari hidup terus mananti langkah juang Ingin dipeluk dengan kesinambungan pendidikan Ingin dihangatkan dengan cinta pada cita Dan harap dibalut dengan doa. Tebar senyum manis Bangkitkan samangat Langkahkan kaki Ayunkan tangan,arahkan mata Serta kerjakan otak pada ladang pendidikan sepanjang masa hidup hingga raga meninggalkan album kenangan yang bersejarah. Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk : Sd Gmit Koro'oto Smps Kristen 1 Amarasi Selatan Sma Negeri 2 Amarasi selatan Universitas Persatuan Guru 1945 Ntt Dan un...

IKAT DAN TENUNLAH ILMU YANG DIMILIKI DENGAN TULISAN Perumpamaan ilmu adalah seperti binatang buruan, jika tak diikat akan terlepas. Ikatan ilmu adalah tulisan. Ikatlah hewan buruanmu dengan ikatan yang kuat. Ikatlah ilmumu dengan tulisanmu (Pepatah Arab). Menulis adalah mengikat makna. Sebab menulis adalah curah gagasan dalam bentuk tulisan yang setiap kata, kalimat dan paragrafnya memiliki maksud dan tujuan bagi diri penulis maupun pembacanya. Karya tulis adalah warisan berharga bagi kehidupan. Penulis akan terus dikenang lewat karyanya, bahkan jika penulisnya sudah mati sekalipun. Menulis itu mendokumentasikan pikiran. Menulis itu mengabadikan ide. Menulis, baik fiksi maupun non fiksi adalah cara penulis menyampaikan pesan kepada publik. Pembaca akan memberikan interpretasi atas tulisan yang kita susun. Biarkan interpretasi itu berkembang, jika perlu menimbulkan dialog dan diskursus. Menulislah hanya yang baik-baik saja. Menulislah yang memberikan manfaat. Sebab jika pembaca mendapatkan kebaikan dari sebuah tulisan, maka adalah kebaikan juga untuk penulisnya. Sebaliknya, jika tulisan berisi keburukan, maka selama dibaca orang lain, selama itu pula penulis telah mengalirkan keburukan atau bahkan kesesatan. Menulis itu akan meningkatkan kualitas intelektual penulis dan pembaca sekaligus. Sebab sebelum menulis harus diawali dengan membaca terlebih dulu. Penulis yang baik adalah pembaca yang baik, sementara pembaca yang baik belum tentu penulis yang baik. Menulis akan mendorong seorang penulis untuk mencari referensi. Penulis harus open minded. Sewaktu menulis, penulis butuh inspirasi, ide atau informasi untuk tulisannya yang bisa didapatkan dari buku, majalah, koran, jurnal dan laporan dengan cara membaca. Bisa juga dari radio, televisi, ceramah, pidato, wawancara, diskusi dan obrolan dengan cara menyimak. Karena itu sebelum menulis, sediakan kenyamanan. Harus dipastikan bahwa tidak ada gangguan saat menulis. Karenanya, siapkan terlebih dulu segala yang dibutuhkan. Beberapa orang punya kebiasaan tertentu, yang harus siap tersedia saat mereka menulis, misalnya makanan favorit atau duduk di kursi tertentu. Pastikan kebutuhan unik dan kebiasaan baik terpenuhi sebelum mulai menulis. Siapkan pula tempat dan waktu khusus untuk menulis. Secara filosofi penulis adalah pembaca dan pembaca adalah penulis. Penulis sebagai pembaca artinya saat menulis, ia membaca tulisannya serta mencari referensi bacaan untuk mendapatkan ide dan informasi. Pembaca sebagai penulis artinya saat membaca, ia melakukan aktivitas seperti yang dilakukan penulis (menemukan topik, tujuan, pemecahan masalah, rekonstruksi bacaan, editing dan kaitan antargagasan). Menulis juga akan meningkatkan daya kreatif dan inisiatif. Sebab sebelum menulis harus terlebih dahulu dipikiran gagasan utamanya. Menulis secara mentalitas juga akan meningkatkan daya keberanian. Sebab menulis yang diakses publik bukan tanpa resiko. Lebih jauh lagi karya tulis pada hakikatnya adalah ilmu pengetahuan yang bisa menjadi wasilah bagi pembaca untuk mendapatkan manfaat dan kebaikan dari sebuah tulisan. Mengikat ilmu dengan tulisan adalah tradisi kaum intelektual. Selamat berkarya, selamat mengikat ilmu dengan tulisan agar bisa memberikan lebih besar manfaat bagi orang lain. Dengan menulis nama akan semakin tertempel menuju sejarah dari masa ke masa... Selamat berkarya.. Mari terus begores kata dalam pena yang bersejarah. Kupang, 2 September 2022. Oleh,Merdana S Ora.

Dapatkah mentari bertanya ?

Di pagi hari yang cerah, burung-burung mulai berkicau bersenandungkan nada indah sebagai alarm mentari akan kembali bersinar. Daun-daunan melambai kegirangan menyambut pagi, para insan-insan mulia pun tidak terus terbawa mimpi namun bersegra bangkit dan memulai hari. Di bawah naungan langit biru berhiaskan awan putih ini,ada banyak kisah yang harus di ukir hari ini. Ada beragam drama yang harus di perankan,ada banyak jalan yang harus di tempuh. Jalan cerita yang berbeda dari setiap insan, mebutuhkan kaki yang kuat untuk berjalan, tangan yang lembut untuk menggenggam dan memeluk, mata yang terang untuk terus melihat dan membedakan baik dan buruknya kehidupan,serta hati yang penuh kasih untuk terus siap menerima kenyataan hidup. Sebelum drama hidup di perankan,lipatlah tangan, tutuplah mata,tekuklah lutut dan mintalah Tuhan ambil alih memimpin hidup kita agar kita tak tersesat, karena mentari tidak akan pernah bertanya sudahkah kita bersyukur? Kasih Tuhan ibarat mentari yang t...

Bersyukur dalam segala hal.

Bersyukur adalah kewajiban yang harus terus menerus di lakukan setiap insan mulia selagi di beri kesempatan hidup. Sadarilah bahwa kasih Tuhan tak pernah terbatas Hidup manusia tak akan berarti tanpa kasih Yesus. Harta kekayaan,emas dan permata tak mampu mengimbangi kasih Tuhan Tapi doa syukur yang tulus adalah yang terbaik. Tuhan Yesus baik Tuhan Yesus adalah yang sahabat setia di kala suka maupun duka Tuhan menanti Sujud sembah kita. Kupang,27 Maret 2022 By, Merdana S Ora.

Kami millennial. Generasi millennial adalah generasi harap gampang. Mengapa saya berani katakan demikian? Karena yang saya lihat dan rasakan adalah hidup mengikuti perkembangan Zaman sehingga maunya yang gampang-gampang. Contoh sekarang kita masak nasi menggunakan aliran listrik yakni masak di rice cooker hingga dalam hitungan menit tanpa duduk dan jaga kita sudah bisa menikmati.Begitu pun dengan penggunaan alat-alat yang paling canggih dan begitu memudahkan kita dengan tidak membuang waktu dan tenaga kita sudah bisa tahu situasi dan tempat-tempat yang jauh. So,saat kita semakin mengikuti perkembangan ada banyak hal yang menantang kita sehingga apabila kita tidak berhati-hati maka kita sendirilah yang akan menjadi korban. Mengapa demikian,karena yang saya lihat dan rasakan bahkan saya pun ada dalam hal itu seperti menggunakan handphone.sebenarnya punya manfaat yang baik dan begitu banyak namun merugikan kita juga.sering orang tua saya berkata demikian " Besi bodok bisa kasi bodok bosong". Semakin banyak kita menggunakan handphone maka ujung-ujungnya " Kita menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh",juga ada yang harus mengorbankan kesehatan dan uang hanya untuk game. Dengan penggunaan handphone pula kita mulai lupa berdoa,lebih suka membaca postingan orang lain dari pada membaca alkitab atau buku-buku pelajaran,suka ketawa sendiri-sendiri,lebih senang tunduk dan bicara sendiri dalam hati dari pada berbicara dengan orang tua,kakak adik bahkan orang-orang di sekitar kita.sebenarnya tidak salah kita miliki dan dan memudahkan kita namun kita yang selalu salah menggunakan atau penggunaan kita melebihi batas. Dengan demikian apabila kita tidak berhati-hati maka mental,pikiran dan hubungan sosial kita di dunia nyata akan menjadi rusak.sebagai muda/mudi millennial kita perlu berhati-hati dan bijaksana agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif atau yang tidak baik. Saat ini adalah kesempatan untuk kita belajar banyak hal positif agar mental,pergaulan dan hubungan kita di dunia nyata tidak di pengaruhi oleh hal-hal negatif,serta kita tidak menjadi korban penyalah gunaan karena masa depan kita masih dalam lintasan yang panjang. Mari kita sama-sama mengikuti dan menggunakan apa yang ada di depan kita dengan baik agar membawa dampak-dampak positif dalam kehidupan kita. Kupang 28 januari 2022. By,Merdana S Ora.

Hay orang-orang baik,Apakabar? Kini kita telah berada di halaman terakhir dari tahun ini.halaman 365 hari menjadi halaman penutup dari cerita berjudul 2021. Rangkaian 1 tahun,12 bulan,52 minggu,365 hari ,8.760 jam,525.600 menit,31.536.000 detik akan segera usai. Bagaimana? Tahun 2021 menyenangkan bukan? Pasti menyenangkan! Buktinya kita masih bisa menikmati hidup walau di bungkus suka duka yang silih berganti.karena itu sebelum matahari terbenam di halaman terakhir di topik 2021 biarlah ku menyapa salam damai natal,salam sukacita dan salam sehat untuk kita semua. Jika di tahun 2021 ada goresan luka yang di sengaja maupun tidak di sengaja yang menyentuh basaudara semua dan mungkin masih tersimpan rapi di hati maka dengan kerendahan hati ku mohon maafkan daku,sekiranya kehadiran Sang Imanuel membawa damai di hati kita semua. Semoga goresan-goresan luka itu terbenam bersama mentari di halaman akhir topik 2021.mari dengan iman dan sukacita kita nantikan topik kehidupan yang baru.kita percaya bahwa walaupun topik 2021 hadir dengan berbagai badai kehidupan namun kita masih ada sampai saat ini karena pertolongan Tuhan,maka Tuhan yang sama pun yang akan menolong kita berjalan dan mengukir cerita hidup di topik yang baru. Terang kasih Tuhan yang akan menuntun kita sebagai keluarga Allah untuk saling mengasihi,mengampuni dan mendoakan di setiap halaman kehidupan. Senantiasa bersyukurlah kepada Tuhan sebab Tuhan itu baik,kasih setiaNya tak terhingga dalam hidup kita. 365 hari dalam penyertaan Tuhan Yesus. Nekmese,31 desember 2021.By,Merdana Ora.

Terungkap sebuah nama dalam tatapan mata yakni rumah biru atau di kenal dengan sekolah latihan.Dalam teduhan rumah biru ada banyak hal yang dapat saya pelajari,dari yang tidak tahu menjadi tahu dan dari yang tidak bisa menjadi bisa.Di rumah biru pula saya di latih untuk bisa menjadi pemimpin yang mampu bertutur kata di hadapan banyak orang,bisa menjadi pribadi yang mandiri serta ada banyak hal yang tak di sebutkan namun sungguh bermanfaat serta sungguh memotivasi saya untuk bertahan dalam teduhan rumah biru untuk mengukir pengalaman yang sungguh nanti tak akan terulang kembali.Dari hal sederhana ini bisa membuat saya untuk menjadi bangga dengan diri sendiri di mana ada banyak hal yang sepertinya terasa sulit dan pahit untuk di nikmati sehingga membuat mereka tidak bertahan namun diri ini tetap kuat dan masih bisa bertahan untuk belajar di rumah biru.Terima kasih rumah biru,tataplah menjadi pelindung dan teduhan bagi kami agar pikiran kami tak habis dalam panas terik,mata tak basah dengan rintik hujan serta langkah tak di terjang badai.Kupang,14 Desember 2021.By,Selmi Hauteas.Editor,Merdana S Ora.