Bukan kita siapa Lagi? Bukan sekarang kapan Lagi?.. 42 Insan bertemu pada satu tanah tumbuh pada satu pohon yakni Prodi Bahasa Indonesia. 42 Insan hadir dengan bentuk, rupa dan latar belakang yang bebeda-beda namun akan di bentuk menjadi satu rupa oleh Pejuang-Pejuang yang memberi diri untuk mengabdi memanusiakan manusia. Siapa Mereka Yang mau di manusiakan?,dan Siapa mereka yang telah mengabdi memanusiakan?,Mereka adalah kami Mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra indonesia dan mereka yang mengabdi adalah Para Dosen. Satu pohon akan tumbuh jika memiliki akar yang kuat.Nah bagaimana akar itu kuat untuk menyalurkan pertumbuhan yang baik bagi sebatang pohon? Tentu harus di rawat,di beri pupuk dan di siram setiap hari. Nah bagaimana seorang manusia di manusiakan oleh orang lain? Tentu butuh perjuangan juga. Kami Mahasiswa sebagai pohon yang berakar Dari para Dosen. Setiap hari kami Di rawat dengan nasihat,di pupuk dan di siram dengan materi dan Ilmu pengetahuan tentu dengan harapan untuk kelak kami menjadi Pribadi yang bisa memanusiakan orang lain. Latar belakang kita yang berbeda akan di satukan oleh pohon ilmu pengetahuan prodi bahasa indonesia untuk bertumbuh,berdaun,beranting,berbunga dan berbuah manis di masa depan.karena itu mari kita satu tekad menghargai waktu dan perjuangan dari para pejuang-pejuang tanpa jasa yang telah memberi diri untuk memanusiakan kita serta berjuang bersama tanpa menyerah menampung banyak ilmu dan membangun potensi diri untuk persiapan menuju masa depan yang sedang menanti. Kita di hadirkan dari perbedaan untuk saling melengkapi kelebihan dan kekurangan tanpa harus menyombongkan diri. Masa-masa sekarang adalah waktu yang tepat untuk berkarya. Jangan pernah berpikir melakukan sesuatu untuk di puji dan jangan menyerah ketika apa yang kita lakukan tidak di hargai. Karena saat kita tekuni maka hasilnya bukan di rasakan sekarang tetapi akan di nikmati pada waktunya. Kalau bukan kita yang berkarya siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? Tidak ada kata terlambat bagi kita yang mau berjuang sekarang tapi akan ada penyesalan jika waktu sekarang di sia-siakan. Mari berjalan bersama dalam lintasan gelang perjuangan hingga kelak kita menjadi manusia berguna yang mampu memanusiakan orang lain. Ayo Berjuang!. Karya awal November. Kupang 1 November 2021. By,Merdana S Ora.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dengan kasih jejekmu terus terulang,Dengan sabar suaramu terus di lantunkan dengan cinta tanganmu terus merangkul.Banyak insan yang berbeda bertemu dalam nauganmu,banyak sifat dan karakter kau padukan jadi satu album yang bersejarah.kau mengabdi dengan sepenuh hati tanpa menuntut imbalan,hari-harimu di sempurnakan dengan taburan ilmu dalam balutan harap memanusiakan banyak insan.Tugasmu sungguh mulia,kaulah pahlawan tanpa jasa,namamu kan hidup dalam sanubariku.Terima kasih Guru,Terima kasih pahlawan tanpa jasa,Kau terbaik kau bersejarah sepanjang masa.Selamat hari Guru sedunia,Teristimewa untuk Guru-Guru SD Gmit Koro'oto,Smps Kristen 1 Amarasi selatan,SmaN 2 Amarasi selatan,Dan Universitas persatuan guru 1945 Ntt,Semoga Tuhan Guru yang agung terus melengkapi Bapak ibu Untuk terus menjadi manusia yang memanusiakan dengan cinta dan teruslah menjadi berkat bagi setiap generasi agar terus menjadi buah manis di manapun berada.Kupang 25 november 2021.By,Merdana S Ora.

Hari ke-31, Akhir bulan, Penutupan bulan oktober dan bulan keluarga. Di sebut akhir karena dia adalah batas dari hari,minggu,dan bulan yang di ketahui. Dengan perkembangan Zaman ilmu pengetahuan dan teknologi Maka kita generasi masa kini mengenal bulan oktober sebagai bulan keluarga. Biasanya di bulan oktober ada banyak Insan yang membangun rumah tangga baru,membuat pesta dan muncullah istila yang di katakan kumpul keluarga. Bahkan dalam ibadah-ibadah selalu ada khotbah yang berhubungan dengan keluarga. Hingga pada hari terakhir bulan oktober di kenal sebagai hari Reformasi dan hari lahir GMIT. Di penghujung bulan oktober tepat hari ini minggu 31 oktober 2021 saya melihat banyak postingan-postingan tentang ibadah penutupan bulan keluarga di sertai dengan ibadah pengucapan syukur untuk hari Reformasi dan hari lahir GMIT. Sedikit cerita kalau di kampung saya biasanya tanggal 31 oktober selain HuT Reformasi dan HUT GMIT biasanya di kenal dengan Gereja padang yang akan di sertai dengan doa minta hujan. Tempat ibadah biasa di Mamar,kebun atau lokasi geraja pada Zaman Nenek moyang. Hari ini saya tidak berkesempatan pulang ke kampung tapi saya mengikuti cerita Gereja padang hari ini lewat postingan Facebook dan WhatApp ternyata mereka berkumpul di satu tempat namanya Saikaes dan mereka beribadat bersama dan doa yang di panjatkan terkabul hingga pada hari ini juga hujan turun. Sepertinya mereka membuat sebuah prasasti cap kaki oleh Bapa Pendeta selaku Ketua Majelis,Mama pendeta selaku Wakil ketua,Bapa Roni bani selaku ketua BP3J dan seorang Cucu dari Alm.Opa Frans Bani yang tertempel sebagai tanda dan cerita yang akan terlihat dan terucap ketika melewati tempat itu. Singkat cerita ternyata setiap bulan punya makna tersendiri bahkan keluarga adalah harta berharga yang kita miliki. Sebagai insan ciptaan Tuhan kita satu dalam tali kasih persaudaraan yang perlu untuk saling mengasihi dan menopang satu dengan yang lain. Ayah,Ibu,Kakak,Adik bahkan Basaudara adalah orang-orang yang di berikan Tuhan untuk melengkapi setiap cerita kehidupan kita yang akan bersejarah sepanjang masa. Maka kita perlu terapkan kasih untuk keluarga bukan hanya di bulan oktober tapi setiap saat agar dengan kasih yang tercermin dalam keluarga kita bisa sehati mendoakan bangsa dan negara kita agar di sembuhkan dari sakit dan penyakit bahkan dinjauhkan dari segala problema yang ada. Kita terpanggil untuk mengasihi dan menjadi berkat serta mewujudkan tugas panca gereja dengan hikmat dan kebijaksaan dari Pencipta. Maka hiduplah sebagai keluarga Allah yang bergandengan tangan tanpa membedakan suku,bangsa,warna kulit,dan sebagainya. Selamat mengakhiri bulan oktober dan selamat Hari Reformasi ke-504 dan hari ulang tahun GMIT ke-74, maju dan jaya terus di setiap karya juang kita,bulatkan tekad dalam lingkaran Kasih,dan terus melangkah dengan kaki yang kuat menuju bulan yang baru. Mari Bersyukur,Kasih Tuhan Memelihari kita semua. Kupang, 31 Oktober 2021. By,Merdana S Ora.

Malam berbintang. Saat malam tiba, Kutatap ke langit berbintang yang seakan membuatku terlelap dalam kesunyian malam.Andai saja ku punya sayap,Akan ku terbang lebih tinggi menggapai bintang. Namun semua hanyalah khayalan.Malam berhiaskan bintang namun tak mampu memberiku cita.Ku terbawa mimpi menanti mentari di esok hari.Entah apapun yang akan terjadi ku balut malamku dengan doa dan harapan bahwa hari esok akan bersahabat denganku,menghangatkan langkahku untuk berjuang melukis harapan Masa depan.Kupang,1 November 2021.By, jeverson nawa Wanyi. Editor, Merdana S Ora.